1. UNIX

UNIX adalah sebuah sistem operasi komputer yang dikembangkan oleh AT&T Bell Labs pada tahun 1960 dan 1970-an. UNIX didesain sebagai sistem operasi yang portable, multi-tasking dan multi-user. BSD adalah salah satu turunan (varian) Unix yang dikembangkan oleh Universitas California, Berkeley.

Sistem operasi Unix digunakan secara luas baik sebagai server atau workstation. Arsitektur Unix dan model client/server merupakan elemen yang paling penting dalam perkembangan internet dan mengubah proses komputasi secara terpusat dalam jaringan dari pada proses tunggal di komputer. Linux, merupakan sistem operasi yang diadopsi dari Unix dan tersedia secara bebas mendapat popularitas sebagai alternatif dari sistem operasi proprietary seperti Microsoft Windows

Pada tahun 1960, Massachusetts Institute of Technology, AT&T Bell Labs, and General Electric bekerja dalam sebuah sistem operasi eksprimental yang disebut Multics (Multiplexed Information and Computing Service).

Kelebihan UNIX :

1. Unix bisa berinteraksi dengan operating system lain dengan cara kompabilitas file system, kompabilitas network, dan emulasi (simulasi) operating system.

2. Virtual memory membuat Unix mempunyai kemampuan untuk menjalankan program – program yang lebih dari seharusnya karena penggunaan swap memori.

3. Skalabilitas artinya Unix bisa berjalan dari komputer 286 XT sampai dengan mesin sebesar Beowulf clusters dengan multi prosesor 16 buah.

4. Stabilitas, Unix sangat luar biasa stabil, jika dikonfigurasi dengan benar, system Unix akan hidup terus menerus hingga hardwarenya tidak memadai (rusak), lain dengan windows yang memerlukan reboot berkala untuk menjaga stabilitas. Salah satu yang mendasari stabilitas ini adalah penomoran versi dari shared libraries, kebanyakan aplikasi windows menginstall versi-versi baru dari dynamic link libraries (DLL), yang mengakibatkan aplikasi lain yang menimpa versi lain dari DLL tersebut tidak berfungsi dengan semestinya. virus pada dasarnya tidak dikenal di dunia Unix

5. Didukung oleh ribuan programmer di seluruh dunia, jadi kalau ditemukan bug cepat untuk mendapatkan solusinya, bahkan dalam hitungan jam kalau ditemukan bug, workaround sudah tersedia untuk di download.

6. Paket Unix merupakan satu kesatuan artinya, saat instalasi tergantung keinginan pemakai.

7. Sudah mulai banyak didukung oleh vendor hardware maupun software dunia meskipun masih kalah dengan window

Kekurangan UNIX :

1. Operating system yang agak sulit untuk dipelajari terutama bagi yang tidak mempunyai dasar komputer yang kuat.

2. Aplikasi yang tersedia belum sebanyak windows.

3. Operating system yang tidak sepenuhnya GUI(Graphical User Interface) meskipun sudah menggunakan X-windows seperti GNOME dan KDE

4. Nama-nama paket program antara distro satu dengan distro lainnya berbeda beda. Seperti paket Yaz.tar.gz.rpm.krpm.deb dan lain -lain

2. LINUX

Awalnya dikembangkan oleh Linus Torvalds yang pada mulanya sekedar emulasi terminal yang dibutuhkan untuk mengakses server UNIX di Universitasnya. Linux merupakan kloningan dari MINIX (Salah satu varian UNIX), peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari Sistem Operasi GNU. Linux memiliki banyak disain yang berasal dari disain dasar UNIX, Linux menggunakan Kernel Monilitik yaitu Kernel Linux yang menangani kontrol prosses, jaringan, periferal, dan pengaksesan sistem berkas. Sama seperti UNIX, Linuxpun dapat dikendalikan oleh satu atau lebih antarmuka baris perintah (Command Line Interface/CLI) berbasis teks, antarmuka pengguna grafis (Graphical User Interface/GUI) yang merupakan konfigurasi bawaan untuk versi dektop.

Kelebihan LINUX :

1. Linux merupakan sistem operasi bebas dan terbuka. Sehingga dapat dikatakan, tidak terdapat biaya lisensi untuk membeli atau menggunakan Linux.

2. Linux mudah digunakan.

3. Keamanan yang lebih unggul daripada Windows. Dapat dikatakan, hampir semua pengguna Windows pasti pernah terkena virus, spyware, trojan, adware, dsb. Hal ini, hampir tidak terjadi pada Linux. Di mana, Linux sejak awal didesain multi- user, yang mana bila virus menjangkiti user tertentu, akan sangat sangat sangat sulit menjangkiti dan menyebar ke user yang lain. Pada Windows, hal ini tidaklah terjadi.

4. Linux mempunyai kompatibilitas ke belakang yang lebih baik (better backward- compatibilty).

Kekurangan LINUX :

1. Banyak pengguna yang belum terbiasa dengan Linux dan masih ‘Windows minded’. Hal ini dapat diatasi dengan pelatihan-pelatihan atau edukasi kepada pengguna agar mulai terbiasa dengan Linux.

2. Dukungan perangkat keras dari vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada Linux.

3. WINDOWS

Windows adalah Sistem Operasi yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation yang menggunakan antarmuka dengan berbasikan GUI (Graphical User Interface) atau tampilan antarmuka bergrafis.

Kelebihan WINDOWS :

1. User friendly dibandingkan dengan sistem operasi yang lain

2. Instalasi software masih mudah dibandingkan dengan instalasi di sistem operasi yang lain

3. Banyak software berbasis Windows

4. Dukungan driver yang lebih banyak

5. Banyak gratisan GPL dan Freeware ditawarkan untuk Windows

6. GUI yang familiar

Kekurangan WINDOWS :

1. Banyaknya virus yang sering menyerang Windows

2. Sistem yang kurang stabil

3. Ada banyak versi sehingga kalau mau yang powerfull harus bayar lebih mahal.

 

Keberadaan Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor telah melalui rangkaian waktu yang panjang sejak 1950-an, yaitu berawal dari dua kelompok mata ajaran (ma) pada Fakultas Pertanian Universitas Indonesia.  Sejak saat itu, berbagai dinamika perubahan termasuk kelembagaan; ranah keilmuan; penamaan; visi, misi dan tujuan; program studi yang diampu; dan perubahan lainnya; sejalan dengan perubahan internal dan eksternal IPB sebagai konsekuensi tuntutan perubahan jaman, perkembangan tridarma, dan peraturan perundangan pendidikan tinggi nasional.  Pemberian otonomi perguruan tinggi, dimana berdasarkan PP No. 154/ 2000  IPB ditetapkan sebagai Badan Hukum Milik Negara (IPB BHMN), telah menghasilkan penataan dan penguatan Jurusan (sekarang disebut Departemen) sebagai homebase dan ujung tombak pelaksanaan kegiatan tridarma.  Penataan IPB-BHMN pada periode pertama (tahun 2001-2003) telah menetapkan perubahan nama Jurusan Tanah menjadi Departemen Tanah sesuai SK Rektor IPB No. 120/K13/OT/2003.  Penataan IPB-BHMN pada periode kedua (tahun 2004-2007), telah menghasilkan banyak perubahan besar dan inovatif, termasuk perubahan nama Departemen Tanah menjadi Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan (DITSL) sesuai SK Rektor IPB No. No. 001/K13/PP/2005 yang juga mencakup pernyataan Mandat DITSL, yaitu “Pengembangan ilmu dan teknologi tanah dan lahan dilihat dari segi biofisik dan ruang yang meliputi pencirian, penggolongan, inventarisasi dan proses-proses yang terjadi serta perencanaan, pemanfaatan dan pengelolaan tanah dan lahan yang berkelanjutan”.  Sehubungan dengan penataan program studi pascasarjana, maka sejak 22 Maret 2007, DITSL menjadi homebase bagi 6 (enam) program studi magister, yaitu PS Ilmu Tanah (PS TNH), PS Ilmu Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (PS DAS), PS Ilmu Perencanaan Wilayah (PS PWL), PS Agroteknologi Tanah (PS ATT), PS Bioteknologi Tanah dan Lingkungan (PS BTL), dan PS Mitigasi Bencana dan Kerusakan Lahan (PS MBK), sesuai SK Rektor IPB No. 027/K13/PP/2007.
Visi, misi, tujuan dan sasaran DITSL secara kronologis awalnya disusun mengacu kepada Pola Ilmiah Pokok IPB (Statuta IPB 1992), Rencana Induk Pengembangan IPB 1981-2000, ranah keilmuan DITSL, dan Visi IPB 2020.  Selanjutnya setelah IPB BHMN hingga saat ini, penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran DITSL disusun berlandaskan juga pada mandat DITSL, visi IPB 2025, Arah Pengembangan IPB tahun 2025 , Renstra IPB 2008-2013, dan Renstra Fakultas Pertanian IPB 2030.  Visi, misi dan tujuan DITSL disusun lebih dalam kerangka waktu jangka panjang (2025/2030), sementara sasaran lebih dalam kerangka waktu jangka pendek yang bergantung pada periode kepengurusan DITSL (periode sekarang adalah 2009-2013).  Pola Ilmiah Pokok IPB sebagai pedoman umum dalam penyelenggaraan kegiatan tridarma adalah “Sistem Pertanian Berkelanjutan” (Statuta IPB 1992 pasal 4 ayat 6).  Visi IPB 2025 adalah Menjadikan IPB sebagai perguruan tinggi bertaraf internasional dalam pengembangan sumberdaya manusia dan IPTEKS dengan kompetensi utama di bidang pertanian”.  Visi Fakultas Pertanian IPB dalam Renstra 2030 adalah “Sebagai lembaga pendidikan tinggi pertanian berbasis riset bertaraf internasional dalam pengembangan sumberdaya manusia dan IPTEKS yang berkualitas dengan kompetensi utama pertanian tropika”Visi IPB 2008-2013 adalah “Menjadi perguruan tinggi berbasis riset kelas dunia dengan kompetensi utama pertanian tropika dan biosains serta berkarakter kewirausahaan”.
Penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran DITSL juga memperhatikan perkembangan keilmuan dan teknologi serta permasalahan terkait pengelolaan sumberdaya tanah dan lahan saat ini dan dimasa mendatang.  Tanah sebagai salah satu faktor lingkungan mempunyai beragam sifat, baik fisik, kimia maupun biologi, yang menentukan daya-dukung atau kemampuan tanah untuk mendukung kehidupan flora, fauna, dan manusia. Daya dukung tersebut dipengaruhi oleh interaksi faktor-faktor pembentuk tanah.  Berbagai faktor pembentuk tanah ini secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi penggunaan tanah untuk berbagai keperluan baik pertanian maupun non pertanian. Tanah (soil) dengan berbagai faktor yang mempengaruhi penggunaannya ini disebut sebagai lahan (land).   Berbagai masalah yang terkait dengan tanah dan lahan memiliki cakupan yang luas meliputi bidang pertanian, sosial, ekonomi, ekologi, sampai energi. Permasalahan tanah dan lahan berasal dari kesalahan dalam pengelolaannya sehingga selanjutnya mengakibatkan bencana lingkungan seperti banjir, erosi, gagal panen, konflik penggunaan lahan, dan sebagainya.  Pengembangan ilmu dan teknologi tanah dan lahan melalui pengembangan program pendidikan perlu terus dilakukan untuk mengantisipasi berbagai perubahan yang mendasar baik yang berasal dari dalam maupun luar sistem pendidikan,  serta berbagai tantangan ke depan pengembangan pertanian baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional.  Hal ini juga tercermin pada Rencana Pembangunan Pendidikan Jangka Panjang 2005-2025 Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan Nasional, yang meliputi (a) Peningkatan kapasitas dan modernisasi (2005-2010), (b) Penguatan pelayanan (2010-2015), (c) Daya saing regional (2015-2020), dan (d) Daya saing internasional.  Di tingkat nasional, peran relatif sektor pertanian terhadap perekonomian nasional semakin menurun.  Peran relatif ilmu tanah juga akan dihadapkan dengan kenyataan semakin beragamnya cabang-cabang ilmu pertanian yang dari waktu ke waktu telah mengambil posisi strategis dalam pembangunan pertanian.  Di tingkat internasional, dunia pendidikan juga dihadapkan pada tantangan abad XXI berupa perubahan tata hubungan internasional sebagai akibat globalisasi di berbagai bidang, kemajuan pesat teknologi informasi dan komunikasi, dan persaingan pasar bebas.   Permasalahan pengembangan pertanian terkait tanah dan lahan dimasa kini dan mendatang dihadapkan kepada berbagai masalah diantaranya adalah (a) Pemanfaatan lahan tersedia yang semakin sempit diperparah oleh adanya konversi lahan pertanian, (b) Pengelolaan lahan marjinal, (c)  Perencanaan penggunaan lahan untuk kegiatan/ penggunaan non-pertanian, dan (d) Degradasi dan pencemaran tanah serta masalah lingkungan lainnya.
Ilmu Tanah dan Manajemen Sumberdaya Lahan merupakan salah satu jurusan perkuliahan yang terdapat di Institut Pertanian Bogor. Berasal dari Fakultas Pertanian dengan visi menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan, penelitian, dan pelayanan kepada masyarakat pada bidang ilmu-ilmu tanah dan sumberdaya lahan serta teknologi pengelolaannya untuk mendukung pertanian berkelanjutan, kelestarian lingkungan dan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dan misi mengembangkan sumberdaya manusia dan ilmu pengetahuan serta teknologi pemanfaatan tanah dan lahan secara arif untuk berbagai penggunaan demi kesejahteraan masyarakat.

Jurusan yang biasanya dikenal dengan sebutan Ilmu Tanah atau MSL bertujuan memiliki lulusan sarjana pertanian sarjana pertanian yang menguasai ilmu tanah dan lahan, mampu meramu cara-cara menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan penggunaan tanah, pengelolaan lahan dan perencanaan penggunaan lahan, serta mampu memahami fungsi tanah dan lahan sebagai faktor produksi dan memanfaatkannya secara ekonomis dengan tetap bersandar pada kaidah kelestarian lingkungan. Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan mempunyai mandat dalam pengembangan ilmu dan teknologi tanah dan lahan dilihat dari segi biofisik dan ruang yang meliputi pencirian, penggolongan, inventarisasi dan proses-proses yang terjadi serta perencanaan, pemanfaatan dan pengelolaan tanah dan lahan yang berkelanjutan.

Mata kuliah yang di pelajari pada jurusan Ilmu Tanah diantaranya mengenai pengertian tanah dan pencirian edafologik, asal, sifat, dan klasifikasi bahan induk tanah, pembentukan tanah, sifat fisik tanah mineral, pengadaan dan tersedianya unsur hara dalam tanah mineral, koloid tanah, organisme tanah, air tanah, kehilangan air dalam bentuk uap dan cairan serta pengaturannya. Udara dan suhu tanah, klasifikasi tanah, tanah organik, sifat, ciri dan penggunaannya, reaksi tanah dan pengapuran, pembicaraan umum tentang unsur-unsur pupuk dan mikro, pupuk dan pengelolaannya.

Himpunan profesi yang terdapat di jurusan Ilmu Tanah dan Manajemen Sumberdaya Lahan IPB yaitu HMIT (Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah) merupakan salah satu himpunan keprofesian yang ada di faperta. Himpunan berdiri sejak tanggal 21 Agustus 1972 dan himpunan keprofesian ini merupakan himpunan keprofesian yang pertama kali ada di IPB. HMIT memiliki 4 divisi utama yang memiliki fungsi masing – masing. Divisi tersebut antara lain divisi Litbang (Penelitian dan Pengembangan), divisi PSDM (Pengembangan Sumberdaya Mahasiswa), divisi Informasi dan Komunikasi, divisi Kewiraushaan. Divisi Litbang memiliki sub divisi yaitu soil club yang mana sub divisi ini merupakan tempat penyalur minat dan bakat dari mahasiswa Ilmu Tanah, pada divisi PSDM juga memiliki sub divisi yaitu badan olahraga dan seni yang mana divisi ini merupakan penyalur minat dan bakat dalam bidang olahraga dan bakat. Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh HMIT seperti portan dan soildarity merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan keakraban dalam hal olahraga dan seni maupun dalam bidang keprofesian serta sarana penyaluran dan pengembangan bakat.

Departemen   Ilmu  Tanah  dan  Sumberdaya  Lahan  menjalin kemitraan dengan universitas nasional dan luar negeri telah dikembangkan dan dipelihara melalui kerjasama strategis global, yang meliputi pertukaran mahasiswa dan dosen dengan Jepang (Kyoto University, Nihon University, Chiba University, Osaka Gas Foundation, Toyota Foundation, Tokyo University of Agriculture), Jerman (Göttingen University
dan Universitas Bonn), dan Perancis.

 

 

September

4

Hello world!

Welcome to Student.ipb.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!